pagi itu, kuterima upah lima ribu kuberjalan gontai, melintasi jalan basah berlumpur tanpa alas kaki dengan perut lapar ditikungan menuju jalan besar kuberpapasan dengan seorang pengamen beruntung aku, dengannya aku bisa menukar upahku dengan uang logam limaratusan keteruskan berjalan, dan terus berjalan hingga akhirnya kutepat berada disebuah pojok sepi sebuah tempat bekas rumah yang sarat [...]



