kita lupa malam yang lapar
berdenyut-denyut menuggu gelap
sembari bernyanyi menipu lelap
untuk siapa, jika segala menyisa singkap
raut wajah yang berlapis rajah
mengkilat menyeruput darah
hemmm…
jelangkung menari
jangkrik mengerik
lukisan lepas bingkai
aduh…
siapa yang melempar
aduh…
dahiku berdarah
aduh…
mengapa pagi sembunyi…
jamentahhh..
Advertisement
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI




