minta

terulur tangan hingga kram

mata berair, rindu menyingkir

suka pada kesiur tusuk kata

lempang jalan melangkah kesal

di antara yang tak ada

gerak cetak selalu memecah

apapun…

solo|06:01|18122009

 

cilupar

aku lupa lapar

nyanyiku bintang-gemintang

beraniku retakkan kaca-kaca jendela

dan

kepalan tanganku menipu capung

goresan kuasku selalu sama

melengkung ke keatas

mengebiri hasrat

sampai

tandas

solo|05:45|18nov2009

 

BASAH

kuterima malam
yang kau berikan kemarin pagi
kuremas lalu kukantongi
telapak tanganku dingin
kantongku basah

Read More…

AnYir cAngkir

tabir biru menipis, menjelang jingga terona
ketika jiwa menera bahana
terkomat gumam sendu akan kuasa rasa
selayak fatamorgana menyegar panas di gurun angkuh
yang selalu terseduh di cangkir anyir
cangkir sewarna merah darah
gagang serupa lubang seukuran dua jari
seolah hidup, berkulit dan kenyal
bergetar kala terjamah

dalam jiwa terbetik : kaukah itu?
yang menjelma menyediakan diri untuk kualiri
untuk kuberi tabir baru
yang berwarna segar hijau daun
yang menebar aroma hambar
yang mewangi hanya untukku

solo|16:58|27072009
ÿØÿà JFIF  à  ÿÛ C

ARIT 3

tepi hilang
tengahpun kurang
ku terpenjara tak hingga 3
melengkung berujung runcing
menusuk menyisa ngilu
meremuk satu
mengurai dzat hakiki yang meyakini payah
untuk lelah fantasi benah

solo|04:23|23082009|

MERAH

dan
kaki kananmu terangkat
dan
kedua tanganmu terentang sebahu
sementara
tabir itu tlah lenyap
tubuhmu memutih
kaki kirimu penuh darah
paku tertancap menghujam

telapak kaki

bumi

lalu tanganmu
terikat kekuatan gaib
yang menarik keangkasa

malam semak in kelam
pelan
separuh rembulan terkikis awan
lenyap

kau berputar pelan
semakin cepat
dan berubah
jadi asap putih tipis

saat kudekati
asap itu membeku
dingin

lalu
semilir angin
melelehkan tubuhmu
menjadi genangan merah

merah semerah-merahnya

solo|10:46|100909

baek2saja

photos-82dalam angka beruang rasa
terkuak misteri destini mengemas semesta
menderaku dalam sepi jerat kaki
menelikung dalam lembab sembab hati
menjeruji dalam hikmah  penuh petuah

untuk semua yang usai
kukan urug dengan mimpi matahari
meski tersengal nafas asa kukan coba
memerah semua hitam
dan untuk sebentuk warna itu
ku tak kan melupa lapuk

semoga iring arang kan mengabu lilip
dikejora relung jiwa kukan mengasah resah

di10:14solo14juni2009
akutakmampumemilihyangterbaikyangterbaiklahyangmemilihku

melati Rp.500

pagi itu, kuterima upah lima ribu
kuberjalan gontai, melintasi jalan basah berlumpur
tanpa alas kaki dengan perut lapar
ditikungan menuju jalan besar kuberpapasan dengan seorang pengamen
beruntung aku,
dengannya aku bisa menukar upahku dengan uang logam limaratusan

keteruskan berjalan, dan terus berjalan
hingga akhirnya kutepat berada disebuah pojok sepi
sebuah tempat bekas rumah yang sarat makna

kudiam sesaat, lapar ragaku tlah hilang
berganti dengan keroncongan jiwa yang menyayat

cepat !!!

aku harus cepat menebar uang lima ratusan ini
biar lega batin jiwaku
kurogoh kantong celana lusuhku
dengan penuh perasaan kutebar satu-satu diatas rerumputan
bunyi kemeresek sesaat silih berganti
bunyi logam menembus rumput

sudah sepuluh logam limaratusan kutebar satu-satu
dan kini
kumencium aroma melati, harum menusuk hingga jiwa
dan melayangkan rasaku pada sesuatu
pada suatu ruang dan waktu
kerinduan yang tercabik

solo|02:02PM|28-05-09

500

KOSONG SATU

pagi hari, sarapan firefox
dengan tikus buatan
kuarahkan pikirku di dunia kosong satu
dunia ada dan tiada
roda di tengah kuputar naik turunkan
begitu pikir satuku menemukan kosongnya
kutekan roda itu
dan dalam sepersekian detik
bertambah menu kosongku

benar-benar imaji yang menemukan goblognya
seolah ada padahal tiada
seolah menyembuhkan padahal menyakitkan
seolah ilmiah padahal sampah

ohoiiii….
inikah realitas kekinian yang menipu
karena kita terlalu berada padanya
tak bisa menjaga jarak dan melihat dengan mata berbeda

dan sekelebetan imaji menari
akan ruang dan waktu lalu
tanpa kilatan elektron yang dibuat seolah-olah

solo|08:45|28-05-09

firehead

MATAHARI BERANGIN

bersama matahari kumelihat angin
melayang, menukik, menusuk,
tak bisa diam

sambil kupejamkan mata
kumerasakan desirnya, aromanya

saat kutanyakan pada matahari
dalam diam bersama, kudengar jawabnya
akulah yang turut menggeraklayangkan
dengan hangatku kuarahnaikturunlayangtukiktusukkan angin

masih dalam kebersamaan yang sunyi
aku dan mentari, mencoba menaiki angin
dengan lembut dan pelan matahari mendekati angin
dan sesaat yang begitu nikmat
aku melayang

benarkah aku telah menaiki angin?
semua itu hanyalah permainan
ada dan tiada, kini dan nanti, sebab dan akibat
begitu matahari menjawab, masih dalam diam

solo, 08:31|28-05-09

Inverted_by_piXelRider