debam

di satu titik dimana garis tak mampu kau lukis lurus
berbelok oleh kehendak tak mampu kau kuasai
satu titik debu hangat jelas tak mampu menahan
kesadaran yang lalunya entah
satu telaah yang lungrah
dan debam yang melara

kutarik lurus nafasku
kubersamai pelan hasratku
kutengok kebelakang meski ngilu leher menghalang

kan kudapatkan akhir dari rantai enam
maknanya melukis hati
namun tak mampu membelok laku

kuterus renung
kuterus tenang
kubiar tetes

merembes
di
jiwa
warna
tak mampu
ku tera

solo,09:17,30september2011.

jamentah

kita lupa malam yang lapar
berdenyut-denyut menuggu gelap
sembari bernyanyi menipu lelap
untuk siapa, jika segala menyisa singkap
raut wajah yang berlapis rajah
mengkilat menyeruput darah
hemmm…

jelangkung menari
jangkrik mengerik
lukisan lepas bingkai
aduh…
siapa yang melempar
aduh…
dahiku berdarah
aduh…
mengapa pagi sembunyi…

jamentahhh..

 

temukanmu dikerlip biner pesan melayang bersayap kenang

 

goingon

ohoiiii….

dapet hadiah..,
apaan tuh kadal…
makasih semua,,,
bajirottt
katamu
kau tendang batu
melesat
kena tiang besi
klontangngngng…
mental ke kanan kena pagar
jatuh ketanah
melukis debu
garis kecil melengkung
matahari sembunyi
rembulan melengkung
hehehe…
koq ada ya nasib seperti batu
kerikil pula…
lebih baik itu katamu
tangan meninju
langit terbelah biru ditengah
matahari masih
lirik berderik
lenyap
lenyap, yah lenyap…
untuk apa???
entah
nanah barangkali
yah nanah…
sisa perang pertahanan tubuh
kala benda asing mencoba mendomi
kala yang tak diinginkan menasi

muncrat…
anyir busuk…
perih yang melegakan…
sensasikan rasa yang nanar
kesankan rasa lapar
meski benar

sisakan lubang sebagai kenang
tanda ragawi tak terhapus
tanda kasat terkelar

sudah
tararengkiyu…
semua…

ehemm…

jebule firasat inyong bener…

matur nuwun Gusti..

tararengkyu maning…

prikitiuwww…

solobolongselalu

barjemuwahan

hehelagi

biar sakit asal hehe…

papatmaretrongewusewelas

muncrat dehhh…

jam piro yo saiki embuhhh

sik tak delok neng hp

ooo jebule jam pakbelas titik loro ndolndoll

 

pelan-pelan kau menatap matahari terik
kau tantang sinarnya
tanpa kedip
lama

matahari terpesona
langit membiru
diam

di suatu waktu
kala rembulan melukis mentari

titik hitam pelan membesar
menoreh mayapada

tersingkap satu rahasia adanya
tertelanjangi adanya

mantap nurani
janji terkebiri
subuh meremah
muncrat

tanpa ampun

sisakan basah
yang amis

bukannya sudah
terus….

dan
terus…

melambat kini
entah sampai atau
tidak,,,

aku
kau
mengerumuni
kuasa kumpul
bertemu menyenandungkan
irama tanpa nada
bertemu menghentikan pendulum
di satu titik paling miring
yang tak ada meski….

jrenggggg…..
semua berubah
jrenggggg….
semua berbeda

tentangmu
tentangku

sudah
itu kataku

belum
kau merengut

aku mengkerut
mengecil hingga sewujud
debu

kau cari aku
aku ada
melekat di dirimu
aku ada menyatu bersama tarikan waktu

namun
kau takkan menyadarinya

kenapa
?

aku bukan itu….

pikirmu bukan ini

rasamu ternyata menjadi nya

ya sudah

kucacah diriku
selembut nano

ada
namun
tiada

terasa
namun
mendekati binasa

biar

solo…kagetan
jam rolas awan punjul embuh
nhosloso tanggal selikur
sasi rolas
taon rong ewu sepuloh

lho

lha koq mak plenyik….

 

sudah
gak
ingin
teta
pinta
tinggal
lah
aku
diri
,,,,,,,

 

lon
sunyi
terakhir

meramu
jemu
temu
nir
sengkarut
kalut

….
,


mengapa harus ada rindu seperti surga
mengapa harus ada ingin seperti angin
mengapa batu remuk menjadi pasir
mengapa ada kawah di jiwa yang lelah

sunyinya terlambat bagi
nampaklah kelam di terang kalang
jerembab lembab nir sembab
soloso,18:42,22nov2010

ternata

inikah merah itu
saat aku menemukanmu
aku justru kau tinggalkan

indah nian hidup ini
kesiur hatimu kutahu
justru saat aku semakin mau
kau memberiku telapak kaki

tolong aku wahai langit
dinampan khilafku aku memuja
aku yang merasa ada
aku yang terlanjur merasa

lantaskah ini
ataukah sudah
entah

rahasia sang langit
solosoresendiritanpaapa16:31|7nov2010

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.