slip

kau selipkan daun alang-alang di jari
entah untuk apa
merah menetes
tatapmu beku
angin kau injak
kerikil berputar diantara telapak
pepohonan pelan menyingkir

mendung tiba-tiba datang
udara terperam
sesaat sunyi
sriti melesat

gerimis pelan menusuk
menajamkan tatap
engkau menari tanpa irama

tanganmu gemulai melambai
namum kakimu diam
semakin lama
menghujam bumi
sampai akhirnya
hanya ujung jari tanganmu yang nampak

dan kini kau berganti wujud
alang-alang menari
sepertinya anginmu
yang menggerakkannya

solokah ini
12:09|25januari2010

A

maafkan aku malam
aku lupa pada gelapmu
aku terlalu silau pada gerlap itu
nyanyimu merdu kala jangkrik menduta
dan dingin itu, nyata dalam lenguh inginmu
bulan yang bersandar di emper
tak larut meski kejut lampu meniru
aku tahu
bahwa singkap terali itu
telah mengiyakan tanda
telah mengguratkan larat
nyiur melambai di puncak gelap
putik berbinar bermulut turut
aku tergeragap
seekor kucing melompat
diam sesaat, menatap
mendekat memelukku erat

soluna0823|122010

likurlakir

KU MENEMUKAN GARIS
DIKEINGINAN YANG LUPA
MEMANTUL CAHAYA DI NEBULA
KUYAKIN ITU,
BAGIAN DARI CAHAYA BINTANGMU
100 KALI UKURAN MATAHARI

LALU
KAU KIRIM DEBU
MELINTAS ARAH MEMBABAT RUANG
HINGGA RIBUAN TAHUN CAHAYA
MEWARTAKAN SATU FAKTA

KEAJAIBAN KUASA RASA

SOLO|08:38|04DES2009

malam terbit

lalu terbit malam yang selalu engkau sebut siang
lalu datang angin menghembus angan
berbulir-bulir mimpi tumbuh di atas tapak malam
melumuri canda dalam lumpur ingin

sesosok wujud menyembul di antara gerumbul candu
yang menuntut lentik memetik rindu
bersama akar yang sabar mencumbu waktu
memecah batu, menyerap keras hingga menyatu

lengkap sudah malam terbentuk
hitam
gelap
dingin
basah
hening
sunyi

namun engkau gelisah
mengurai zat yang tak mampu kau sebut
yang menembus padat malam
yang menyublim embun
kala sentuhan dan bisik tak mampu menampik sensasi
akan hadir ruang penuh misteri
keindahan tertabiri…

solo|09:47|101009

BOHLAM

langit
kupinjam setetes hujan
yang kuyakin ini adalah
jelmaan uap air kekasih
yang terbang tak kuasa menahan nyala
yang membentuk dalam kasat

tetes yang kusimpan dalam bohlam
tanpa filamen
kosong
namun kujaga hampa

maka tetes mengambang
melayang tak sudi tersentuh

jangan kau tanya bagaimana
tapi tanyakan
untuk apa

karena semua
demi nyala sesaat
meski elektron
tlah dikerangkeng
saat nyala lebih kuat dari getar
saat generator menjadi malaikat maut
saat mudah justru membelit

BELIMBING

kau tunjuk sebuah belimbing kuning
bergoyang tertiup angin

aku ingin buah itu
katamu

aku berjalan mendekat
belum sempat kusentuh pohon
belimbing itu jatuh
tepat
mengenai ubun2ku

kau tertawa girang
aku kaget

kuambil belimbing itu
langsung kugigit

kau cemberut

itu punyaku

kuulurkan tangan

kau terima separuh belimbing itu

kau gigit, kau nikmati segarmaniskecutnya

kita berdua duduk diatas rumput
kebun belakang rumah

tiba2
kau menjerit

seekor semut merah menggigit jarimu

panas
gatal
bentol

BARA

kuasah malam
dengan pekur kuasa masa
menggerinda naluri
menajam empati

kutangkap bintang
kutelan rembulan
ku remas api
ku sadap nira sepi

tubuhku membara
nafasku penuh magma
tiupanku kilat
lenguhku petir
tapakku sisakan palung
di dasar terdalam milikmu

minta

terulur tangan hingga kram

mata berair, rindu menyingkir

suka pada kesiur tusuk kata

lempang jalan melangkah kesal

di antara yang tak ada

gerak cetak selalu memecah

apapun…

solo|06:01|18122009

 

cilupar

aku lupa lapar

nyanyiku bintang-gemintang

beraniku retakkan kaca-kaca jendela

dan

kepalan tanganku menipu capung

goresan kuasku selalu sama

melengkung ke keatas

mengebiri hasrat

sampai

tandas

solo|05:45|18nov2009

 

BASAH

kuterima malam
yang kau berikan kemarin pagi
kuremas lalu kukantongi
telapak tanganku dingin
kantongku basah

Read More…