pelan-pelan kau menatap matahari terik
kau tantang sinarnya
tanpa kedip
lama
matahari terpesona
langit membiru
diam
di suatu waktu
kala rembulan melukis mentari
titik hitam pelan membesar
menoreh mayapada
tersingkap satu rahasia adanya
tertelanjangi adanya
mantap nurani
janji terkebiri
subuh meremah
muncrat
tanpa ampun
sisakan basah
yang amis
bukannya sudah
terus….
dan
terus…
melambat kini
entah sampai atau
tidak,,,
aku
kau
mengerumuni
kuasa kumpul
bertemu menyenandungkan
irama tanpa nada
bertemu menghentikan pendulum
di satu titik paling miring
yang tak ada meski….
jrenggggg…..
semua berubah
jrenggggg….
semua berbeda
tentangmu
tentangku
sudah
itu kataku
belum
kau merengut
aku mengkerut
mengecil hingga sewujud
debu
kau cari aku
aku ada
melekat di dirimu
aku ada menyatu bersama tarikan waktu
namun
kau takkan menyadarinya
kenapa
?
aku bukan itu….
pikirmu bukan ini
rasamu ternyata menjadi nya
ya sudah
kucacah diriku
selembut nano
ada
namun
tiada
terasa
namun
mendekati binasa
biar
solo…kagetan
jam rolas awan punjul embuh
nhosloso tanggal selikur
sasi rolas
taon rong ewu sepuloh

December 25, 2010
Categories: Uncategorized . . Author: belatihati . Comments: Leave a Comment